KTI TERBAIK KE III SE MA KHAS KEMPEK 2018

 BERIKUT CONTOH MAKALAH TERBAIK KE III SE MA KHAS KEMPEK TAHUN 2018 

OLEH : MOH. IKHYA ULUMUDIN


 




PENGARUH KEBERSIHAN KELAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII MIA 2 MA KHAS KEMPEK

 

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk melengkapi kelulusan di Madrasah Aliyah KHAS Kempek

 

 

Oleh

MOH IKHYA ULUMUDIN NISN 0004575164

 

 

PROGRAM STUDI MIA BIOLOGI MADRASAH ALIYAH KHAS KEMPEK CIREBON

2018




PERSETUJUAN PEMBIMBING

 

 

KTI Dengan Judul

“Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Prestasi Belajar Siswa XII MIA 2 MA Khas Kempek “Karya

 

Nama              : Moh Ikhya Ulumudin

NISN                0004575164

Program studi : MIA(BIOLOGI)

 

 

Telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke ujian KTI Palimanan, ... April 2018

 

 

 

Agus Arifin, S.Pd.


PENGESAHAN UJIAN KARYA TULIS ILMIAH

 

KTI dengan judul

’’Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Prestasi Belajar Siswa XII MIA 2 MA Khas Kempek’’Karya

Nama              : Moh Ikhya Ulumudin

NISN                0004575164

Program studi : MIA(BIOLOGI)

 

Telah dipertahankan dalam Sidang Panitia Karya Tulis ilmiah, Madrasah Aliyah KHAS Kempek Palimanan Cirebon Pada:

Hari           : ………………………..

Tanggal     : ………………………..


 

 

Pembimbing,

 

 

 

AGUS ARIFIN,S.Pd.


Palimanan, April 2018 Panitia Ujian,


SETIYANTO,S.Si.


Penguji

Kepala Madrasah Aliyah KHAS Kempek


Waka Ur. Kurikulum Madrasah Aliyah KHAS Kempek


 

 

 


Prof.H. AHMAD ZAENI DAHLAN, Lc.,

M.Phil.


MADROHIM, S.Pd


PRAKATA

Segala puji dan syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmat- Nya.Berkat karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul’’judul’’Pengaruh Kebersihan kelas Terhadap Prestasi Belajar Siswa XII MIA 2 MA khas kempek’. Karya Tulis ilmiah ini disusun diajukan sebagai salah satu syarat memenuhi kelulusan pada Program Studi MIAMadrasah Aliyah KHAS Kempek Palimanan Cirebon.

Peneliti ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak.Oleh karena itu, peneliti menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian peneliti ini.

Ucapan terimakasih peneliti sampaikan pertama kali kepada pembimbing: (Agus Arifin, S.Pd.). Ucapan terimakasih peneliti sampaikan juga kepada semua pihak yang telah membantu selama proses penyelesaian studi, di antaranya:

1.      Kepala Madrasah, yang telah memberikan kesempatan serta arahan selama pendidikan, peneliti, dan penulisan karya tulis ilmiah

2.      Wakil Kepala Urusan Kurikulum yang telah memberikan kesempatan dan arahan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

3.      Guru pembimbing, yang telah banyak memberikan bimbingan dan ilmu kepada peneliti selama menempuh pendidikan.

4.      Bapak dan orang tua yang telah memberikan arahan selama peneliti mengerjakan tugas dalam penulisan Karya tulis Ilmiah

Peneliti sadar bahwa dalam karya tulis ilmiah ini mungkin masih terdapat kekurangan, baik isi maupun tulisan.Oleh karena itu, saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat peneliti harakan. Semoga hasil peneliti ini bermanfaat dan merupakan kontribusi bagi pengenbangan ilmu pengetahuan

Cirebon, April,2018

 

 

 

Moh. Ikhya Ulumudin


DAFTAR ISI


Cover........................................................................................................................ i

Lembar Persetujuan pembimbing........................................................................... ii

Lembar Pengesahan ujian karya tulis ilmiah.......................................................... iii

Prakata................................................................................................................... iv

Daftar isi................................................................................................................. vi

Daftar Tabel........................................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah................................................................................... 1

1.2        Identifikasi Masalah......................................................................................... 2

1.3        Cakupan Masalah............................................................................................. 3

1.4        Rumusan Masalah........................................................................................... 3

1.5        Tujuan Masalah............................................................................................... 3

1.6        Manfaat Penelitian........................................................................................... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA,KERANGKA TEORETIS, DAN KERANGKA BERFIKIR

2.1        Kajian Pustaka................................................................................................. 5

2.2        Kerangka Teoretis........................................................................................... 6

2.3        Kerangka Berfikir........................................................................................... 6

BAB III METODE PENELITIAN

3.1        Pendekatan Penelitian..................................................................................... 7

3.2        Desain Pemikiran............................................................................................ 7

3.3        Fokus Penelitian.............................................................................................. 7

3.4        Data Dan Sumber Data Penelitian.................................................................. 8

3.5        Teknik Pengumpulan...................................................................................... 8

3.6        Teknik Keabsahan Data................................................................................ 10

3.7        Teknik Analisis Data.................................................................................... 10

BAB IVISI PENELITIAN

4.1      Hasil Penelitian….......................................................................................... 11

4.2      Pembahasan.................................................................................................... 16

BAB V PENUTUP

5.1    Kesimpulan....................................................................................................... 17

5.2  Saran.................................................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 18


 

 

Daftar Tabel

 

 

1.   Tabel 3.1. Angket Responden Penelitian...................................................... 9

2.   Tabel 4.1. Hasil Angket Responden Penelitian............................................. 11


 


BAB I PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Itulah slogan yang sering kita dengar selama ini. Maka kita harus selalu menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Kebersihan juga penting bagi kesehatan kita,karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Demikian juga dengan lingkungan yang ada di kelas kita. Kelas yang kita tempati belajar..

Hal ini dapat digambarkan dengan kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi dan mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang sangat bersih dan sangat mendukung timbulnya ketertiban dan kenyamanan pada saaat proses belajar mengajar berlangsung, berbeda halnya dengan lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak muncul rasa semangat yang dengan sendirinya dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

Kebersihan menurut agama islam adalah Upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan yang keji untuk mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.

.

 

 

1.2  Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah ditulis, penulis akan memberikan identifikasi masalah yang akan dijadikan bahan penelitian sebagai berikut:

- Siswa tergolong acuh tak acuh terhadap kondisi kebersihan lingkungan kelas.

- Siswa kurang bisa menjaga kebersihan lingkungan kelas. Kebanyakan karena sampah makan, kertas, debu, bungkus makanan yang berserakan.

 

1.3  Cakupan Masalah


kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat dalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindaha tetapi, juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.


ِن٠﴿ﺮﻮاﻩ احمد


َما


ِم  َن اِ ْي


َظافَةٌ


اَلنَّ


Artinya :’’Kebersihan itu sebagian dari iman’’.(HR. Ahmad) Isi kandungan:

umat islam wajib menjaga kebersihan lahir dan batininnya menjaga kebersihan lahir dan batin merupakan ciri-ciri sebagian dari iman dalam kehidupannya. Hadits tersebut menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari Iman. Artinya seseorang muslim telah memiliki iman yang sempurna. Jika Dalam kehidupannya ia selalu menjaga diri,lingkungannya dalam Keadaan bersih dan suci baik yang bersifat lahiriyah maupun batiniyah.

 


ٌف ٠﴿ﻭاﻩ البيهقى﴾


ِظ ْي


َجنَّةَ اﻻَّ نَ


ُح  ُل ا ْل


َّظفُ ْﻮا فَ ِانَّهُ ﻻَيَ ْد


ٌف فَتَنَ


ِظ ْي


ُم نَ


ْس ََل


اَﻻِ


 

 

Artinya:’’ Agama islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih’’(HR. Baihaqy)

isi kandungan:

Bahwasannya Allah SWT adalah dzat yang baik, bersih, mulia, dan bagus.Karena Allah menyukai hal-hal demikian. Sebagai umat islam, maka kita harus memiliki sifat yang demikian pula terutama dalam hal kebersihan lingkungan tempat tinggal.


 

 

1.4  Rumusan Masalah

A.  Bagaimanakah kondisi kebersihan lingkungan kelas ?

B.   Bagaimana pengaruh kondisi kebersihan lingkungan kelas?

 

 

1.5  Tujuan Masalah

A.     Untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan Kelas

1.6  Manfaat Penelitian

peneliti ini dapat membuka wawasan penulis tentang pengaruh kondisi kebersihan lingkungan dan membuka wawasan pembaca tentang lingkungan yang baik untuk meningkatkan prestasi belajar.


BAB II KAJIAN PUSTAKA

 

2.1  Kajian Pustaka

Kebersihan menurut KBBI (Kamus Besar Indonesia) adalah berasal dari kata bersih yang artinya tidak kotor, bebas dari kotoran tidak tercampur dengan benda atau sesuatu yang lain yang tidak ternodai.

Lingkungan belajar yang efektif menurut buku yang penulis baca adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv,dimana sebuah lingkungan yang di desain atau di bangun untuk membantu belajar meningkatkan produktifitas belajar mereka,sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan,kemudahan para pelajar dalam berfikir,berkreasi juga mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehingga timbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berbeda hal nya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang kotor,tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada saat proses belajar mengajar dikafrenakan lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.

 

2.2  Kerangka Teoris

A.  Pengertian kebersihan Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar makhluk hidup dan membawa pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup.(sutarno.1990:10) Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya  kesehatan  dan  sehat  adalah  salah  satu  faktor  yang  dapat


memberikan kebahagiaan. Sebaliknya,kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi,juga menyebabkan timbulnya penyakit.

.

 

2.3  Kerangka Berfikir

Selama ini masih banyak terdapat kelas-kelas yang masih kotor dan masih banyak siswa yang acuh tak acuh dalam masalah lingkungan kelas Dan ini berdampaklangsung terhadap semangat belajar siswa di kelas.

Memberikan sanksi yang acuh tak acuh dalam masalah kebersihan kelas seperti membuang sampah sembarangan dan DLL merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut,yang ,mana pihak Kepala Campus atau wali kelas bisa memanfaatkan waktu untuk mengontrol kebersihan kelas dan memberikan sanksi tersebut kepada Mahasiswa.


BAB III METODE PENELITIAN

 

3.1  Pendekatan Penelitian

a. Data Kualitaif

Dalam penelitian ini data kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan tentang pengaruh kondisi kebersihan lingkungan kelas dengan terperinci agar pembaca karya tulis ini dapat memahami kaitan tersebut..

3.2  Desain Penelitian

Dalam desain penelitian ini langkah awal peneliti yang hendak penulis gunakan adalah mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumblah pertanyaan tertulis,untuk dijawab oleh para responden. Menggunakan penelitian dengan cara mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumblah pertanyaan ini adalah proses yang mudah untuk mengetahui sebab-sebab masalah yang sedang di teliti.

 

3.3  Fokus Penelit

-   Bagaimanakah kondisi kebersihan lingkungan kelas .

-    Bagaimana pengaruh kondisi kebersihan lingkungan kelas terhadap prestasi siswa.

3.4  Data dan Sumber Data Penelitian

Menurut informasi yang penulis telusuri pada saat penelitian,Pengamat kebersihan menjelaskan bahwa kelas itu sangat kotor sekali,karena siswa tergolong acuh tak acuh terhadap kondisi kebersihan lingkungan kelas. siswa kelas belum mempunyai kesadaran terhadap semua itu,dengan alasan kelas telah menyediakan petugas kebersihan kelas yang nantinya akan membersihkan setiap kelas tiap harinya. Pada saat saya teliti masih banyak sampah makanan,kertas,debu,bungkus Dan makanan.


 

 

3.5  Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang tepat dalam mengungkapkan masalah pada penelitian ini,maka perlu kiranya memilih teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuannya. Nah dalam teknik pengumpulan data ini saya akan menggunakan teknik komunikasi tidak langsung,dalam hal ini alat yang digunakan adalah angket.

Angket adalah alat untuk mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumblah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden,dimana angket tersebut disebarkan kepada siswa ........................

 

Pelaksanaan        : Angket disebarkan pada hari kamis Responden                           :..........................................................


Jumlah                : ?     = ........................................

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1

 

No.

Pertanyaan

Jawaban responden

ya

Tidak

1.

Daftar piket di kelas

11

30

2.

Siswa yang selalu piket di kelas sesuai

jadwal

5

34

3.

Yang dilakukan Mahasiswa jika kelas kotor pada waktu jam pelajaran:

a.membersihkan

b.pura-pura tidak tahu

 

 

8

 

 

14


 

 

c.menunggu disuruh Dosen

d.……(lain-lain)

 

 

4.

Konsentrasikah jika kelas dalam keadaan

yang kotor

0

38

5.

Penyebab kelas kotor: a.sampah makanan b.kertas

c.kondisi lingkungan (debu)

d.bungkus makanan e............. (lain-lain)

 

 

 

 

38

 

 

 

 

1

 

Jarang sekali terdapat daftar piket yang sesuwai dengan peraturan UMUM di setiap kelas, karena itu jarang juga siswa yang melakukan piket di kelasnya masing-masing.

siswa kelas ..................tergolong acuh tak acuh terhadap kondisi kebersihan lingkungan kelas. siswa ......................belum mempunyai kesadaran terhadap semua itu. Dengan alasan kelas telah menyediakan petugas kebersihan kelas yang nantinya akan membersihkan setiap kelas tiap harinya.

siswa kurang bisa konsentrasi belajar jika lingkungan Kelas kotor. Kebanyakan karena sampah makanan, kertas, debu, bungkus makanan, dan bekas rautan pensil.

 

3.6  Teknik Keabsahan Data

Keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan hasil pengkajian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Pemeriksaan keabsahan data ini, di dasarkan atas kriteria tertentu, yaitu derajat, kepercayaan, ketergantungan dan kepastian.

Dalam pengkajian ini pengkaji menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber,yang berarti membandingkan dan mengecek


baik derajat kepecayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan apa yang dikatakan anak di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

 

3.7  Teknik Analisis Data

Cara penulis dalam menganalisis data yang saya dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu penulis mulai menghitung jumblah data,setelah itu penulis mengklarifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumblah responden yang memilih. Langkah berikutnya,sesuai dengan jenis penelitian,penulis menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir penulis menuangkannya dalam KTI ini.


BAB IV

ISI PENELITIAN

 

 

4.1        Hasil Penelitian

Pada hasil penelitian ini kondisi kebersihan kelas........................... masih

tergolong sepenuhnya tidak bersih,karena masih ditemukan sampah-sampah di dalam kelas.[berdasarkan penelitian]

 

 

 

- Kondisi Kebersihan dikelas FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

.

Kebersihan lingkungan kelas adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan lingkungan kelas harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan Kelas yang harus kita jaga dan

kita lestarikan.Kondisi kebersihan kelas .......................saat ini belum menunjukkan lingkungan kelas yang bersih.Masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang dibuang sembarangan.Misalnya di kolong meja, lemari besi belakang kelas,).Padahal, tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah.

Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan, bungkus plastik makanan, dan lain-lain. Pada saat bimbingan kelas yang diadakan setiap hari kamis , pihak Kepala sekolah selalu mengingatkan para siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas. Tetapi, tidak jarang juga ditemukan siswa yang masih saja mengotori lingkungan kelas dan untuk siswa yang masih melangga seperti membuang sampah sembarangan dan mencorat coret maka akan dikenakan sanksi tegas bagi siswa dan siswi yang melanggar.


 

 

Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa kelas........................................ untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas dan

dapat menciptakan kondisi lingkungan kelas yang bersih, bebes dari sampah, indah, sehat, dan dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar (KBM). Tetapi masih saja bisa kita jumpai tulisan-tulisan kecil di meja-meja kelas yang baru saja di ganti, sampah-sampah kertas di kolong meja.Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya tingkat kesadaran siswa.............................................. dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas.

Meskipun pihak Pembina sudah melakukan upaya-upaya untuk menciptakan kebersihan tetapi jika siswa tidak mempunyai rasa memiliki terhadap fasilitas-fasilitas yang ada, maka semua tindakan tersebut menjadi sia-sia.

 

- Peran siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan kelas

Agar Kelas terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan kelas. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa.

Selain membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan bangku dan tembok, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan piket kelas yang sudah menjadi ketentuan di Kelas. Dan juga bisa dijadikan lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dapat menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing..


Hal yang paling pokok untuk peran siswa.......................... dalam

menjaga kebersihan kelas ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan kelasnya agar tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.

 

-   Prestasi siswa kelas.....................................

siswa............................. adalah kelas unggul dalam segi kehadirannya

dan mendapatkan predikat kelas teraktif di bandingkan kelas’’ yang lain.

 

-         Pengaruh Kondisi Lingkungan kelas

dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi Mahasiswa. Salah satunya yaitu kebersihan lingkungan Kelas,.Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasipun bisa lebih focus, dengan begitu system kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh Dosen akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsebtrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan Mahasiswa bosan atau mengantuk.Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan prestasinya.

Dalam menjaga kebersihan kelas, dibutuhkan kerja sama antara siswa,. siswa adalah salah satu pendukung kebersihan kelas. siswa yang memiliki IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, Mahasiswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, Mahasiswa yang tidak bisa


diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan       Kelas bisa dikatakan Mahasiswa tersebut ber IQ rendah.

 

 

4.2  Pembahasan

Kebersihan lingkungan adalah salah satu hal penting yang harus dijaga oleh Mahasiswa-Mahasiswi dan masyarakat di lingkungan Kelas. Seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran,debu,penyakit, dan lain-lain, yang dapat merugikan segala aspek yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku siswa-siswi di lingkungan tersebut. Kebersihan pun merupakan hal yang menunjukan kegiatanh belajar mengajar. Maka dari itu kita sebagai warga kelas harus menjaga lingkungan kelas agar tetap bersih dan nyaman.


 


 

 

 

5.1        Kesimpulan


BAB V PENUTUP


a.      Kondisi kebersihan kelas................................ masih tergolong belom bersih,

karena masih ditemukan sampah-sampah di sepanjang lingkungan kelasnya.

b.      Kebanyakan siswa masih berlaku acuh-tak acuh terhadap kebersihan lingkungan kelasnya. Hal ini bisa dilihat dari coretan-coretang di bangku kelas, dan dinding-dinding kelas.

d. siswa yang memiliki IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika ciingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, siswa yang tidak bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan Kelas bisa dikatakan siswa tersebut berIQ rendah.

 

5.2        Saran

·         Menegakkan kembali peraturan piket di kelas yang sesuwai dengan peraturan di Fakultas

·         Menyediakan tempat sampah pada kelas

·         Mengadakan lomba kebersihan kelas induknya masing-masing

·         Tata tertib yang lebih tegas lagi untuk menindak Mahasiswa yang mengotori lingkungan kelas Penyediaan sarana kebersihan (sapu, kemoceng, lap) di kelas


DAFTAR PUSTAKA

 

 

www.google.com

http://one.indoskripsi.com/judul-skipsi-makalah-tentang/kebersihan-menurut-islam http://facebook.com

https://kbbi.web.id/bersih http://ahmadqushayalbarra.blogspot.co.id/2013/04/kebersihan-dalam-pandangan- islam.html

http://id.wikipedia.org/wiki/kebersihan

http://al.Qur’an.kebersihan


Posting Komentar

0 Komentar