BERIKUT CONTOH MAKALAH TERBAIK KE III SE MA KHAS KEMPEK TAHUN 2018
OLEH : MOH. IKHYA ULUMUDIN
PENGARUH
KEBERSIHAN KELAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
KELAS XII MIA 2 MA KHAS KEMPEK
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan sebagai
salah satu syarat
untuk melengkapi kelulusan
di Madrasah Aliyah KHAS Kempek
Oleh
MOH IKHYA ULUMUDIN
NISN 0004575164
PROGRAM
STUDI MIA BIOLOGI MADRASAH ALIYAH KHAS KEMPEK
CIREBON
2018
PERSETUJUAN PEMBIMBING
KTI Dengan
Judul
“Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Prestasi
Belajar Siswa XII MIA 2 MA
Khas Kempek “Karya
Nama :
Moh Ikhya Ulumudin
NISN 0004575164
Program studi : MIA(BIOLOGI)
Telah disetujui
oleh pembimbing untuk diajukan ke ujian KTI Palimanan, ... April 2018
Agus Arifin,
S.Pd.
PENGESAHAN UJIAN KARYA TULIS ILMIAH
KTI dengan
judul
’’Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Prestasi
Belajar Siswa XII MIA 2 MA
Khas Kempek’’Karya
Nama : Moh Ikhya Ulumudin
NISN 0004575164
Program studi : MIA(BIOLOGI)
Telah dipertahankan dalam Sidang Panitia
Karya Tulis ilmiah,
Madrasah Aliyah KHAS Kempek
Palimanan Cirebon Pada:
Hari : ………………………..
Tanggal : ………………………..
Pembimbing,
AGUS ARIFIN,S.Pd.
Palimanan, April 2018 Panitia Ujian,
SETIYANTO,S.Si.
Penguji
Kepala Madrasah Aliyah KHAS Kempek
Waka Ur. Kurikulum Madrasah Aliyah KHAS Kempek
Prof.H. AHMAD ZAENI DAHLAN, Lc.,
M.Phil.
MADROHIM, S.Pd
PRAKATA
Segala puji dan syukur
kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmat- Nya.Berkat karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan
karya tulis ilmiah yang berjudul’’judul’’Pengaruh Kebersihan kelas Terhadap
Prestasi Belajar Siswa XII MIA 2 MA
khas kempek’. Karya Tulis ilmiah ini disusun diajukan sebagai salah satu syarat
memenuhi kelulusan pada Program Studi MIAMadrasah Aliyah KHAS Kempek Palimanan
Cirebon.
Peneliti ini dapat diselesaikan berkat
bantuan dari berbagai pihak.Oleh karena itu, peneliti menyampaikan ucapan
terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah
membantu penyelesaian peneliti ini.
Ucapan terimakasih peneliti sampaikan
pertama kali kepada pembimbing: (Agus Arifin, S.Pd.). Ucapan terimakasih
peneliti sampaikan juga kepada semua pihak
yang telah membantu selama proses penyelesaian studi, di antaranya:
1. Kepala Madrasah,
yang telah memberikan kesempatan serta
arahan selama pendidikan,
peneliti, dan penulisan karya tulis ilmiah
2.
Wakil Kepala
Urusan Kurikulum yang telah memberikan kesempatan dan
arahan dalam penulisan karya tulis ilmiah.
3. Guru pembimbing, yang telah banyak
memberikan bimbingan dan ilmu
kepada peneliti selama menempuh pendidikan.
4.
Bapak dan orang tua yang
telah memberikan arahan selama peneliti mengerjakan tugas dalam
penulisan Karya tulis Ilmiah
Peneliti sadar bahwa dalam karya tulis
ilmiah ini mungkin masih terdapat kekurangan, baik isi maupun tulisan.Oleh
karena itu, saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat peneliti
harakan. Semoga hasil peneliti ini bermanfaat dan merupakan kontribusi bagi
pengenbangan ilmu pengetahuan
Cirebon, April,2018
Moh. Ikhya Ulumudin
DAFTAR ISI
Cover........................................................................................................................ i
Lembar Persetujuan pembimbing........................................................................... ii
Lembar Pengesahan ujian
karya tulis ilmiah.......................................................... iii
1.1
Latar Belakang Masalah................................................................................... 1
BAB II KAJIAN
PUSTAKA,KERANGKA TEORETIS, DAN KERANGKA
BERFIKIR
2.2
Kerangka Teoretis........................................................................................... 6
3.2
Desain Pemikiran............................................................................................ 7
3.3
Fokus Penelitian.............................................................................................. 7
3.4
Data Dan Sumber
Data Penelitian.................................................................. 8
3.5
Teknik Pengumpulan...................................................................................... 8
BAB IVISI
PENELITIAN
5.1
Kesimpulan....................................................................................................... 17
Daftar Tabel
1.
Tabel 3.1. Angket Responden Penelitian...................................................... 9
2. Tabel 4.1. Hasil Angket
Responden Penelitian............................................. 11
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kebersihan merupakan sebagian dari iman.
Itulah slogan yang sering kita dengar selama ini. Maka kita harus selalu
menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Kebersihan juga penting bagi
kesehatan kita,karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Demikian
juga dengan lingkungan yang ada di kelas kita. Kelas yang kita tempati
belajar..
Hal ini dapat digambarkan dengan
kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi dan mampu secara aktif
dikarenakan lingkungan belajar yang sangat bersih dan sangat mendukung
timbulnya ketertiban dan kenyamanan pada saaat proses belajar mengajar berlangsung,
berbeda halnya dengan lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan
kesan malas dan membosankan sehingga
tidak muncul rasa semangat yang dengan sendirinya dapat mempengaruhi minat
belajar siswa.
Kebersihan menurut agama islam adalah
Upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan
yang keji untuk mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.
.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang yang telah ditulis,
penulis akan memberikan identifikasi masalah yang akan dijadikan bahan penelitian
sebagai berikut:
- Siswa
tergolong acuh tak acuh terhadap
kondisi kebersihan lingkungan kelas.
- Siswa kurang bisa menjaga kebersihan lingkungan kelas. Kebanyakan karena sampah makan, kertas, debu, bungkus makanan yang
berserakan.
1.3 Cakupan Masalah
kebersihan adalah
upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan
keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.
Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat dalah salah satu
faktor yang dapat memberikan
kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindaha tetapi, juga
menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.
ِن٠﴿ﺮﻮاﻩ احمد
َما
ِم َن اﻻِ ْي
َظافَةٌ
اَلنَّ
Artinya :’’Kebersihan
itu sebagian dari iman’’.(HR. Ahmad) Isi kandungan:
umat islam wajib menjaga kebersihan lahir dan batininnya
menjaga kebersihan lahir dan batin
merupakan ciri-ciri sebagian dari iman dalam kehidupannya. Hadits tersebut
menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa
kebersihan merupakan sebagian dari Iman. Artinya seseorang muslim telah
memiliki iman yang sempurna. Jika Dalam kehidupannya ia selalu menjaga
diri,lingkungannya dalam Keadaan bersih dan suci baik yang bersifat lahiriyah
maupun batiniyah.
ٌف ٠﴿ﺮﻭاﻩ البيهقى﴾
ِظ ْي
َجنَّةَ اﻻَّ نَ
ُح ُل ا
ْل
َّظفُ ْﻮا فَ ِانَّهُ ﻻَيَ ْد
ٌف فَتَنَ
ِظ ْي
ُم نَ
ْس ََل
اَﻻِ
Artinya:’’ Agama
islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena
sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih’’(HR.
Baihaqy)
isi
kandungan:
Bahwasannya Allah SWT adalah dzat yang baik, bersih, mulia,
dan bagus.Karena Allah menyukai hal-hal demikian. Sebagai umat islam, maka kita
harus memiliki sifat yang demikian pula terutama dalam hal kebersihan
lingkungan tempat tinggal.
1.4
Rumusan Masalah
A.
Bagaimanakah kondisi
kebersihan lingkungan kelas ?
B.
Bagaimana pengaruh kondisi
kebersihan lingkungan kelas?
1.5
Tujuan Masalah
A. Untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan Kelas
1.6 Manfaat Penelitian
peneliti ini dapat membuka wawasan
penulis tentang pengaruh kondisi kebersihan lingkungan dan membuka wawasan
pembaca tentang lingkungan yang baik
untuk meningkatkan prestasi belajar.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1
Kajian
Pustaka
Kebersihan menurut KBBI (Kamus Besar Indonesia) adalah berasal dari kata bersih
yang artinya tidak kotor, bebas dari kotoran tidak tercampur dengan benda atau
sesuatu yang lain yang tidak ternodai.
Lingkungan belajar yang efektif menurut
buku yang penulis baca adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv,dimana
sebuah lingkungan yang di desain atau di bangun untuk membantu belajar
meningkatkan produktifitas belajar mereka,sehingga proses belajar mengajar
tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan
dengan,kemudahan para pelajar dalam berfikir,berkreasi juga mampu secara aktif
dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehingga timbul
ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
Berbeda hal nya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang
kotor,tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak
timbul rasa semangat pada saat proses belajar mengajar dikafrenakan lingkungan
yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.
2.2
Kerangka Teoris
A. Pengertian kebersihan Lingkungan
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar makhluk hidup dan membawa
pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup.(sutarno.1990:10) Kebersihan adalah
upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan
kehidupan yang sehat dan nyaman.
Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat
memberikan kebahagiaan. Sebaliknya,kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi,juga menyebabkan
timbulnya penyakit.
.
2.3
Kerangka Berfikir
Selama ini masih banyak terdapat
kelas-kelas yang masih kotor dan masih banyak siswa yang acuh tak acuh dalam
masalah lingkungan kelas Dan ini berdampaklangsung terhadap semangat belajar
siswa di kelas.
Memberikan sanksi yang acuh tak acuh
dalam masalah kebersihan kelas seperti membuang sampah sembarangan dan DLL
merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut,yang ,mana pihak
Kepala Campus atau wali kelas bisa memanfaatkan waktu untuk mengontrol
kebersihan kelas dan memberikan sanksi tersebut kepada Mahasiswa.
BAB III METODE PENELITIAN
3.1
Pendekatan Penelitian
a. Data Kualitaif
Dalam penelitian ini data kualitatif
digunakan untuk mendeskripsikan tentang pengaruh kondisi kebersihan lingkungan
kelas dengan terperinci agar pembaca karya tulis ini dapat memahami kaitan
tersebut..
3.2 Desain Penelitian
Dalam desain penelitian ini langkah awal
peneliti yang hendak penulis gunakan adalah mengumpulkan informasi dengan
mengajukan sejumblah pertanyaan tertulis,untuk dijawab oleh para responden.
Menggunakan penelitian dengan cara mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumblah pertanyaan
ini adalah proses yang mudah untuk mengetahui sebab-sebab masalah yang sedang
di teliti.
3.3
Fokus Penelit
- Bagaimanakah kondisi
kebersihan lingkungan kelas .
-
Bagaimana
pengaruh kondisi kebersihan lingkungan kelas terhadap prestasi siswa.
3.4
Data dan Sumber Data Penelitian
Menurut informasi yang penulis telusuri
pada saat penelitian,Pengamat kebersihan menjelaskan bahwa kelas itu sangat
kotor sekali,karena siswa tergolong acuh tak acuh terhadap kondisi kebersihan
lingkungan kelas. siswa kelas belum mempunyai kesadaran terhadap semua
itu,dengan alasan kelas telah menyediakan petugas kebersihan kelas yang
nantinya akan membersihkan setiap kelas tiap harinya. Pada saat saya teliti
masih banyak sampah makanan,kertas,debu,bungkus Dan makanan.
3.5
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data
yang tepat dalam mengungkapkan masalah pada penelitian ini,maka perlu kiranya
memilih teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuannya. Nah dalam teknik
pengumpulan data ini saya akan menggunakan teknik
komunikasi tidak langsung,dalam hal ini alat yang digunakan adalah angket.
Angket adalah alat untuk mengumpulkan
informasi dengan mengajukan sejumblah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara
tertulis pula oleh responden,dimana angket tersebut disebarkan kepada siswa
........................
Pelaksanaan : Angket disebarkan pada hari kamis Responden :..........................................................
Jumlah : ? = ........................................
Tabel 3.1
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban responden |
|
|
ya |
Tidak |
||
|
1. |
Daftar piket di kelas |
11 |
30 |
|
2. |
Siswa yang selalu
piket di kelas
sesuai jadwal |
5 |
34 |
|
3. |
Yang dilakukan Mahasiswa jika kelas kotor pada waktu jam pelajaran: a.membersihkan b.pura-pura tidak tahu |
8 |
14 |
|
|
c.menunggu disuruh Dosen d.……(lain-lain) |
|
|
|
4. |
Konsentrasikah jika kelas dalam keadaan yang kotor |
0 |
38 |
|
5. |
Penyebab kelas kotor: a.sampah makanan b.kertas c.kondisi lingkungan (debu) d.bungkus makanan e............. (lain-lain) |
38 |
1 |
Jarang sekali
terdapat daftar piket yang sesuwai dengan peraturan UMUM di setiap kelas,
karena itu jarang juga siswa yang melakukan piket di kelasnya masing-masing.
siswa kelas ..................tergolong
acuh tak acuh terhadap kondisi kebersihan lingkungan kelas. siswa
......................belum mempunyai kesadaran terhadap semua itu. Dengan
alasan kelas telah menyediakan petugas kebersihan kelas yang nantinya akan
membersihkan setiap kelas tiap harinya.
siswa kurang bisa konsentrasi belajar
jika lingkungan Kelas kotor. Kebanyakan karena sampah makanan, kertas, debu,
bungkus makanan, dan bekas rautan pensil.
3.6 Teknik Keabsahan Data
Keabsahan data diterapkan dalam rangka
membuktikan hasil pengkajian dengan kenyataan
yang diteliti di lapangan.
Pemeriksaan keabsahan data ini, di dasarkan atas kriteria tertentu, yaitu
derajat, kepercayaan, ketergantungan dan kepastian.
Dalam pengkajian ini pengkaji
menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber,yang berarti membandingkan dan mengecek
baik derajat
kepecayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan
data hasil wawancara dan membandingkan apa yang dikatakan anak di depan umum
dengan apa yang dikatakan secara
pribadi.
3.7
Teknik Analisis
Data
Cara penulis dalam menganalisis data
yang saya dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan
landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu penulis mulai
menghitung jumblah data,setelah itu
penulis mengklarifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket
berdasarkan jumblah responden yang memilih. Langkah
berikutnya,sesuai dengan jenis penelitian,penulis menghubungkan data-data yang
satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir
penulis menuangkannya dalam KTI ini.
BAB IV
ISI PENELITIAN
4.1
Hasil
Penelitian
Pada hasil penelitian ini kondisi kebersihan kelas........................... masih
tergolong
sepenuhnya tidak bersih,karena masih ditemukan sampah-sampah di dalam kelas.[berdasarkan penelitian]
- Kondisi Kebersihan dikelas FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon
.
Kebersihan
lingkungan kelas adalah salah satu faktor yang
mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan belajar
mengajar, oleh karena itu kebersihan
lingkungan kelas harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan
Kelas yang harus kita jaga dan
kita lestarikan.Kondisi kebersihan kelas
.......................saat ini belum menunjukkan lingkungan kelas yang
bersih.Masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang dibuang sembarangan.Misalnya
di kolong meja, lemari besi belakang kelas,).Padahal, tempat-tempat tersebut
bukanlah tempat sampah.
Sampah-sampah tersebut berupa sampah
sisa makanan, bungkus plastik makanan, dan lain-lain. Pada saat bimbingan kelas
yang diadakan setiap hari kamis , pihak Kepala sekolah selalu mengingatkan para
siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas. Tetapi, tidak jarang juga
ditemukan siswa yang masih saja mengotori lingkungan kelas dan untuk siswa yang
masih melangga seperti membuang sampah sembarangan dan mencorat coret maka akan
dikenakan sanksi tegas bagi siswa dan siswi yang melanggar.
Dengan
tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa kelas........................................ untuk menjaga
kebersihan lingkungan kelas dan
dapat menciptakan
kondisi lingkungan kelas yang bersih, bebes dari sampah, indah, sehat, dan
dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar (KBM). Tetapi masih saja bisa
kita jumpai tulisan-tulisan kecil di meja-meja kelas yang baru saja di ganti,
sampah-sampah kertas di kolong meja.Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya
tingkat kesadaran siswa.............................................. dalam
menjaga kebersihan lingkungan kelas.
Meskipun pihak Pembina sudah melakukan upaya-upaya untuk
menciptakan kebersihan tetapi jika siswa tidak
mempunyai rasa memiliki terhadap
fasilitas-fasilitas yang ada, maka semua tindakan tersebut menjadi sia-sia.
- Peran siswa dalam Menjaga
Kebersihan Lingkungan kelas
Agar Kelas terlihat bersih, siswa dapat
berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dengan cara tidak membuang
sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan
dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada
sampah yang berserakan di lingkungan kelas.
Serta, siswa diharapkan tidak
mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan
begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya
coretan-coretan yang dibuat oleh siswa.
Selain membuang sampah pada tempatnya,
menjaga kebersihan bangku dan tembok, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan
piket kelas yang sudah menjadi ketentuan di Kelas. Dan juga bisa dijadikan
lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dapat
menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing..
Hal yang paling
pokok untuk peran siswa.......................... dalam
menjaga kebersihan
kelas ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga
kebersihan kelasnya agar tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses
kegiatan belajar mengajar.
- Prestasi siswa kelas.....................................
siswa............................. adalah kelas unggul dalam segi kehadirannya
dan mendapatkan predikat kelas teraktif
di bandingkan kelas’’ yang lain.
-
Pengaruh Kondisi
Lingkungan kelas
dalam proses pembelajaran banyak faktor
yang mempengaruhi prestasi Mahasiswa. Salah satunya yaitu kebersihan lingkungan
Kelas,.Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas
bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses
pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasipun bisa lebih focus, dengan
begitu system kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika
lingkungan kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan
diberikan oleh Dosen akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena
pecahnya konsebtrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang
seperti ini juga menyebabkan Mahasiswa bosan atau mengantuk.Maka dari itu kelas
harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan prestasinya.
Dalam
menjaga kebersihan kelas,
dibutuhkan kerja sama antara
siswa,. siswa adalah salah satu pendukung kebersihan kelas. siswa yang memiliki
IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika
diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret
bangku, Mahasiswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, Mahasiswa yang tidak bisa
diperingatkan, selalu merusak,
mengotori lingkungan Kelas bisa
dikatakan Mahasiswa tersebut ber IQ rendah.
4.2
Pembahasan
Kebersihan lingkungan adalah salah satu
hal penting yang harus dijaga oleh Mahasiswa-Mahasiswi dan masyarakat di
lingkungan Kelas. Seperti yang kita ketahui
bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran,debu,penyakit, dan lain-lain, yang dapat
merugikan segala aspek yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku siswa-siswi
di lingkungan tersebut. Kebersihan pun merupakan hal yang menunjukan kegiatanh
belajar mengajar. Maka dari itu kita sebagai warga kelas harus menjaga
lingkungan kelas agar tetap bersih dan nyaman.
a.
Kondisi kebersihan kelas................................ masih tergolong
belom bersih,
karena masih
ditemukan sampah-sampah di sepanjang lingkungan kelasnya.
b.
Kebanyakan
siswa masih berlaku acuh-tak acuh terhadap kebersihan lingkungan kelasnya. Hal
ini bisa dilihat dari coretan-coretang di bangku kelas, dan dinding-dinding
kelas.
d. siswa
yang memiliki IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir.
Maka jika ciingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun
mencorat-coret bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain,
siswa yang tidak bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan Kelas
bisa dikatakan siswa tersebut berIQ rendah.
5.2
Saran
·
Menegakkan kembali
peraturan piket di kelas yang sesuwai dengan peraturan di Fakultas
·
Menyediakan tempat
sampah pada kelas
·
Mengadakan lomba kebersihan kelas
induknya masing-masing
·
Tata tertib
yang lebih tegas lagi untuk menindak Mahasiswa yang mengotori lingkungan kelas
Penyediaan sarana kebersihan (sapu, kemoceng, lap) di kelas
DAFTAR PUSTAKA
http://one.indoskripsi.com/judul-skipsi-makalah-tentang/kebersihan-menurut-islam http://facebook.com
https://kbbi.web.id/bersih http://ahmadqushayalbarra.blogspot.co.id/2013/04/kebersihan-dalam-pandangan- islam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/kebersihan
http://al.Qur’an.kebersihan

0 Komentar